Kebangkitan Para Ulama

Akad politik para kiai sepuh itu terlaksana di Pesantren Langitan pada tanggal 21 November 2006, ditandatangani oleh tujuh belas kiai yakni : K.H. Abdullah Faqih, K.H. Ma’ruf Amin, K.H. Abdurrochman Chudlori, K.H. Ahmad Sufyan Miftahul Arifin, K.H. M. Idris Marzuki, K.H. A. Warson Munawwir, K.H. Muhaiminan Gunardo, K.H. Abdullah Schal, K.H. Sholeh Qosim, K.H. Nurul Huda Djazuli, K.H. Chasbullah Badawi, K.H. Abdul Adzim Suhaimi MA, K.H. Muhammad Subadar, K.H. Humaidi Dahlan, K.H. Thahir Syarkawi, Habib Hamid bin Hud Al-Attas dan K.H. Aniq Muhammadun.

Akad kiai ini menegaskan bahwa PKNU akan membangun warna baru di pentas politik nasional : politik kiai, yakni partai politik dan politisi bergerak sesuai dengan arahan dan bimbingan para kiai, bukan kiai politik yang cenderung berarti kiai-lah yang terseret arus politik. Hal ini menegaskan bahwa karakter politik kiai dibangun di atas landasan bahwa politik merupakan alat untuk menegakkan kebenaran dan keadilan (iqomatul haq wal ‘adli) dengan orientasi kepada amar ma’ruf nahi munkar sehingga bagi PKNU politik lebih dimaknai sebagai ibadah untuk mencari ridlo Allah SWT, sehingga politik bukanlah sekedar mengejar, meraih dan mempertahankan kekuasaan belaka.

Bentuk nyata dari terminologi politik kiai yang kemudian membedakan PKNU dari partai-partai lain yang sudah ada terletak pada kehadiran Dewan Mustasyar —selain Dewan Syura dan Tanfidz— yang tidak sekadar hiasan yang berisikan para kiai sepuh, namun struktur ini dilengkapi dengan bobot politik yang besar sehingga bisa mengeluarkan veto atas perilaku yang dinilai bertentangan dengan arah perjuangan partai. Porsi politik yang demikian besar menjadikan Dewan Mustasyar berfungsi pula sebagai problem solver dari sengketa politik yang mungkin muncul.

Melihat para pendiri PKNU yang semuanya merupakan tokoh-tokoh NU dan memimpin pesantren, jelaslah bahwa partai ini mempunyai basis sosial yang sangat kuat dari kalangan Islam santri. Namun perkembangan PKNU selama empat bulan terakhir menunjukkan bahwa kalangan nasionalis sangat antusias memperkuat partai kiai ini. Alasannya karena di dalam diri PKNU, tak terbantahkan lagi, mengalir deras jiwa dan semangat nasionalisme sejati seperti yang terungkap dari visinya yakni menciptakan negara dan bangsa yang adil, damai dan sejahtera (baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur) sebagai perwujudan dari rasa keimanan yang berlandaskan keagamaan dan rasa cinta tanah air.

Visi keagamaan PKNU berdasarkan atas aqidah Islam Ahlussunnah Waljamaah yang bercorak moderat, toleran dan menghormati kemajemukan. Dalam kerangka ini, PKNU mempunyai tiga pandangan dalam meletakkan syariat Islam dalam bingkai NKRI sehingga tidak terjadi benturan antara Islam dan Negara. Partai ini mendorong formalisasi syariat yang ruang lingkupnya berskala privat dan pemeluk agama lain tidak berkeberatan, seperti Undang-undang Haji, Zakat, Wakaf, Waris dan Perkawinan. Sementara yang berkaitan dengan wilayah publik, PKNU memperjuangkan masuknya substansi dari ajaran Islam, jika hal ini tak tercapai maka akan ditempuh alternatif ketiga yakni kesesuaian undang-undang dengan nilai dari tujuan syariat (maqoshidus syari’ah). Sebagai salah satu bentuk keterbukaan politik PKNU, partai ini membuka diri untuk bekerja sama dengan kekuatan politik lain yang seideologi dan yang mengusung platform dan program yang sama dalam membangun bangsa dan negara. Selamat datang PKNU! []

Deklarator PKNU

Deklarator

Rais/Ketua : KH. Abdullah Faqih (Langitan, Widang, Tuban, Jawa Timur)
Anggota      : KH. Abdurrochman Chudlori (Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah)
Anggota      : KH. Ahmad Sufyan Miftahul Arifin (Panji, Situbondo, Jawa Timur)
Anggota      : KH. Ahmad Warson Munawwir (Krapyak, DI Jogjakarta)
Anggota      : KH. Muhaiminan Gunardo (Parakan, Temanggung, Jawa Tengah)
Anggota      : KH. M. Idris Marzuki (Lirboyo, Kediri, Jawa Timur)
Anggota      : KH. Nurul Huda Djazuli (Ploso, Kediri, Jawa Timur)
Anggota      : KH. Ma’ruf Amin (Tanara, Banten)
Anggota      : KH. Abdullah Schal (Bangkalan, Jawa Timur)
Anggota      : KH. Abdul Hamid Baedhowi (Lasem, Rembang, Jawa Tengah)
Anggota      : KH. Sholeh Qosim (Sepanjang, Sidoarjo, Jawa Timur)
Anggota      : KH. Chasbullah Badawi (Cilacap, Jawa Tengah)
Anggota      : KH. Abdul Adzim Abdullah Suhaimi, MA (Mampang Prapatan, DKI Jakarta)
Anggota      : KH. Mas Muhammad Subadar (Pasuruan, Jawa Timur)
Anggota      : KH. A. Humaidi Dakhlan, Lc (Banjarmasin, Kalimantan Selatan)
Anggota      : KH. M. Thahir Syarkawi (Pinrang, Sulawesi Selatan)
Anggota      : Habib Hamid bin Hud Al-Atthos (Cililitan, DKI Jakarta)
Anggota      : KH. Achmad Basyir (Kudus, Jawa Tengah)
Anggota : KH. Aniq Muhammadun (Pati, Jawa Tengah)

Tim Tujuh-Belas Kiai
(Kesepakatan Langitan Tanggal 21 Nopember 2006)

Rais/Ketua : KH. Abdullah Faqih (Langitan, Widang, Tuban, Jawa Timur)
Anggota      : KH. Ma’ruf Amin (Tanara, Banten)
Anggota      : KH. Abdurrochman Chudlori (Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah)

Anggota      : KH. Ahmad Sufyan Miftahul Arifin (Panji, Situbondo, Jawa Timur)
Anggota      : KH. M. Idris Marzuki (Lirboyo, Kediri, Jawa Timur)
Anggota      : KH. Ahmad Warson Munawwir (Krapyak, DI Jogjakarta)
Anggota      : KH. Muhaiminan Gunardo (Parakan, Temanggung, Jawa Tengah)
Anggota      : KH. Abdullah Schal (Bangkalan, Jawa Timur)
Anggota      : KH. Sholeh Qosim (Sepanjang, Sidoarjo, Jawa Timur)
Anggota      : KH. Nurul Huda Djazuli (Ploso, Kediri, Jawa Timur)
Anggota      : KH. Chasbullah Badawi (Cilacap, Jawa Tengah)
Anggota      : KH. Abdul Adzim Abdullah Suhaimi, MA (Mampang Prapatan, DKI Jakarta)
Anggota      : KH. Mas Muhammad Subadar (Pasuruan, Jawa Timur)
Anggota      : KH. A. Humaidi Dakhlan, Lc (Banjarmasin, Kalimantan Selatan)
Anggota      : KH. M. Thahir Syarkawi (Pinrang, Sulawesi Selatan)
Anggota      : Habib Hamid bin Hud Al-Atthos (Cililitan, DKI Jakarta)
Anggota      : KH. Aniq Muhammadun (Pati, Jawa Tengah)

kalian bisa berkunjung di website resminya [ di sini ]


AYO AREK GRAFITY

KITA IKUTI SELALU JEJAK PARA ULAMA

DEMI MENYELAMATKAN BANGSA INDONESIA

DIBAWAH THORIQOH AHLISSUNNAH WAL JAMAAH


Iklan

10 Komentar

  1. Arif said,

    5 April 2009 pada 8:46 am

    Alhamdulillah,saya bersyukur dinegara ini kita masih memiliki ulama panutan bagi bangsa kita yang tercinta ini…saya berharap kepada warga NU ( Tulen )…marilah kita sama sama membesarkan PKNU di negara kit,mudah mudahan negara kita bisa menjadi negara yang baldatun toyyibatun warabbun gaffur.amiin…hidup PKNU>

  2. Hamdi Humaedi said,

    5 April 2009 pada 8:48 am

    Salam Pergerakan..!!!
    Salam Kebangkitan..!!!
    Alhamdulillah.. saat ini telah terbentuknya partai yang tidak mementingkan jabatan dan slalu memperjuangan aswaja sebagai manjhaj fikr.
    saya sebagai warga NU serang akan mendukung penuh PKNU. Insya Allah
    Semoga PKNU Sukses. AMIN

  3. grafity said,

    8 April 2009 pada 12:48 pm

    * arif *
    Ya… kami juga setuju dengan pendapat mas arif, semoga dengan adanya PARPOL yang di dirikan oleh para kyai (17), dapat menjadikan negara ini menjadi negara yang islami, dan penuh damai… terlebih, bebas dari korupsi!!

  4. grafity said,

    8 April 2009 pada 12:50 pm

    * hamdi humaedi *
    Terima kasih atas dukun-an nya!! ech salah…. Dukungan-nya maksud kami ^_^

  5. andi said,

    14 Maret 2010 pada 6:30 am

    dengan mengikuti jejak para ulama bangsa dan negara ini bebas dari krisis moral, dan insya allah lagi selamat dunia akhirat….

  6. Adex ESN@T said,

    15 April 2010 pada 3:40 pm

    Assalamu’alaikum…………
    ingin bergabung dalam forum ini by santri garjo.

  7. Adex ESN@T said,

    15 April 2010 pada 3:44 pm

    ass……ileh
    mau bertanya kok bagus temen looo blog nya yaaaaa!
    gimana cara buat nya heeee

  8. M. ZAINAL A said,

    4 November 2011 pada 11:36 pm

    Insy,,,,
    bsk, KH. MOHAMAD ZAINAL ARIFIN,,,,,,,,
    he,,,,, he,,,,,

  9. JARWO said,

    13 Juni 2012 pada 1:24 pm

    mm

  10. payot said,

    15 Oktober 2012 pada 12:54 am

    saya mendukung pknu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: