Ruang Diskusi Ilmiyah

PERHATIAN :

Bagi para pengunjung , kiranya mempunyai permasalahan yang  perlu untuk di diskusikan, silahkan dituangkan di sini.

grafityku1========================================

Iklan

7 Komentar

  1. Dulloh said,

    13 Juni 2009 pada 6:12 am

    Untuk konco2 Grafity tolong pertanyaan ini di diskusikan n dicarikan jawabannya ya? klo bisa dikasih tendensi sekalian. Ma kasih atas bantuannya. Maju trus grafity..!
    Pertanyaan :
    Bagaimanakah hukumnya orang junub atau haid membaca Al Qur’an dalam rangka membenarkan bacaan orang lain yang salah ?

  2. zamrony said,

    18 Juni 2009 pada 7:56 am

    *Dulloh*
    Walaupun bukan ahlinya, Ikutan nimbrung urun pendapat boleh kan? he..he..
    Jawaban:
    Diperbolehkan bagi orang junub atau perempuan yang haid membeca Al Qur’an dalam rangka membenarkan bacaan seseorang yang salah atau dalam proses belajar mengajar, dengan syarat tidak sengaja membaca Al Qur’an artinya tidak dalam rangka qosdu qiro’atil qur’an,tapi dengan tujuan lain seperti : berdo’a, dzikir atau lain – lain.
    Bisa dilihat di Bughyatul Musytarsidin Hal 62.
    Klo ada konco2 lain yang urun rembug, baik sama atau berbeda pendapatnya. Monggo di sumanggak akaen. Ocret.! he..he..:-D

  3. aad_ said,

    20 Juni 2009 pada 4:06 pm

    tmen² grafity yang semakin kompak!! 😀
    aku ada pertanyaan, dan mohon di selesain ya …
    pertanyaan : gni.. kita tahu kan klo kucing itu menandai wilayahnya dengan membuang air di sekitar wilayahnya!! yang aku tanyakan, apakah itu air kencing biasa (yang najis hukumnya) ato hanya setitik air biasa yang mungkin ada hukumnya sendiri?
    [yang aku maksdkan di sini, sperti manusia yang mengeluarkan air mani, tp ‘air’ tersebut suci hukumnya]

    mohon maaf apabila soalnya agak mbulet 😀

  4. Masnya said,

    23 Juni 2009 pada 3:50 am

    *aad*
    Mbulet puooool soale, maksudte piye to? ora mudeng aq.! 🙄 gawe bahasa manungso wae to..! 😀

  5. Muhamad Fathurrohman said,

    6 Januari 2010 pada 11:00 pm

    wah saiki jamane wis bedo mbek jmn biyen rek . . .! wong NU saiki mikire wis podo ketinggalan AYO SAIKI PODO MIKIR PIYE CARANE AWAK DEWE PODO NGUGEMI ALQUR’AN LAN ASSUNAH kanggo dasare negoro Indonesia TERCINTA tapi tetep modern,artine tehnologie tetep di enggo tapi HALAL HARAM tetep sebagai hukum prilaku kehidupan sing jelas. ora koyo jaman saiki kang mbok sekseni, CONTONE, amar MA”RUF di GALAKKAN tapi KEMUNGKARAN, tetap berjalan Artine gak seimbang REK. . .! wah aku saiki nembe bingung ndelok coro urip ndonyo, pingin BALIK NYANTRI maneh nang LGT ben bgaji mbek sholat thok. ati ayem tur tentrem nderek dawuhe ALLOH lan ROSULULLOH.

  6. M. ZAINAL A said,

    4 November 2011 pada 11:30 pm

    ayo diskusi lagi……………

  7. 16 Oktober 2012 pada 8:17 pm

    Assalamualaikum..
    Akh.., saya pernah membaca sebuah buku tuntunan shalat. Dalam buku itu dijelaskan bahwa air mustakmal itu hukumnya suci & mensucikan, sehingga masih sah digunakan untuk berwudlu. Bahkan dalam buku tersebut juga ditulis bahwasanya Rosulullah SAW pernah berwudlu dengan air yang telah digunakan untuk mandi oleh para istrinya. sedangkan selama ini, yang saya yakini air mustakmal itu hukumnya suci namun tidak mensucikan. jadi pertanyaan saya, apakah sebenarnya hukum air mustakmal itu? & apakah masih sah jika digunakan untuk bersuci? mohon didiskusikan jawabannya..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: